Menopause

BAB  I
P E N D A H U L U A N

Wanita sehat secara normal akan mengalami suatu proses degenerasi yang dinamakan menopause. Proses ini sering menimbulkan gejala-gejala yang dirasakan tidak menyenangkan. Oleh karena itu sangatlah penting bagi setiap wanita untuk benar-benar memahaminya. Sekitar separuh dari semua wanita berhenti menstruasi antara usia 45 dan 50, sekitar seperempat berhenti sebelum umur 45 tahun, dan seperempat lainnya terus menstruasi sampai melewati umur 50 tahun.
Selanjutnya, salah satu hal yang dapat dilakukan untuk membuat kehidupan saat menopause ini sedikit lebih mudah adalah dengan diet menopause yang dapat membantu untuk energi tubuh, mengendalikan berat badan dan mencegah sejumlah kondisi yang dapat menjadi lebih terlihat pada saat proses penuaan terus berlanjut. Terapi Sulih Estrogen (TSH) serta olahraga yang teratur juga dapat mengurangi beban pada saat terjadinya proses menopause ini. Untuk lebih jelasnya, akan dibahas pada pokok pembahasan.
BAB  II
P E M B A H A S A N
A.    DEFENISI KLIMAKTERIUM DAN MENOPAUSE
Istilah klimakterium berasal dari kata Yunani yang berarti “anak tangga” dan mengandung hubungan yang sama dengan menopause seperti istilah pubertas dengan menarche. Klimakterium merujuk pada waktu dalam kehidupan seorang wanita yang dikenal kaum awam sebagai “perubahan hidup”. Klimakterium adalah masa yang bermula dari tahap reproduksi sampai berakhir pada awal senium, yaitu pada wanita berumur 40 – 65 tahun. Masa klimakterium ditandai dengan berbagai macam keluhan endokrinologi dan vegetatif. Keluhan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya fungsi ovarium. Gejala dari menurunnya fungsi ovarium ini ditandai dengan hentinya menstruasi pada seorang wanita yang disebut menopause.
Menopause didefinisikan secara klinis sebagai suatu periode ketika seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi karena produksi hormonnya berkurang atau berhenti. Menopause merupakan suatu fase dalam kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berhentinya masa subur.
Istilah menopause pertama kali digunakan pada tahun 1972. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu meno yang berarti bulan dan paussis yang berarti berhenti. Pada saat itu, dunia kedokteran barat melihat menopause sebagai krisis mendis yang berpotensi menyebabkan berbagai penyakit. Pada pertengahan abad XX pandangan ini berubah. Saat ini menopause dianggap sebagai kejadian alami dalam hidup seorang wanita. Di Indonesia sendiri, usia menopause bervariasi antara 45-50 tahun. Namun, proses berubah ke arah menopause itu sendiri sudah dimulai sejak wanita berusia 40 tahun. Masa ini dikenal sebagai masa premenopause/ klimakterium.
Ciri utama seorang perempuan mengalami adalah haid berhenti. Hal ini disebabkan karena ovarium tidak lagi merespon sinyal hormon di dalam tubuh. Sebelumnya, bila hormon memberikan sinyal kepada ovarium (indung telur) untuk mengeluarkan ovum (telur), maka ovarium mengeluarkan ovum yang siap untuk dibuahi. Peristiwa itu rutin terjadi setiap bulan di masa reproduksi seorang perempuan. Bila tidak ada ovulasi (pertemuan ovum dan sperma), maka perempuan akan mengalami haid.
Saat ini diperkirakan terdapat > 5 juta wanita Indonesia yang telah memasuki masa menopause per tahunnya (data dari BPS, 2008) dimana sekitar 68 % nya mengalami gejala klimakterik (keluhan masa menopause) namun hanya 62 % dari mereka yang menghiraukan gejala tersebut. Menopause sendiri didefinisikan sebagai suatu masa setelah 12 bulan tanpa mengalami haid (amenorea). Menopause biasanya terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Pada masa ini tubuh mengalami beberapa perubahan biologis yang menyebabkan penurunan tajam pada fungsi ovarium (indung telur) di antaranya adalah menurunnya produksi hormon seks secara signifikan terutama estrogen.
B.    JENIS-JENIS MENOPAUSE
Monopause dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu menopause alamiah dan monopause prematur (dini).
1.    Menopause Alamiah
Menopause ini terjadi secara bertahap, biasanya antara usia 45-55 tahun. Monopause alamiah terjadi pada wanita yang masih mempunyai indung telur. Durasinya sekitar 5-10 tahun. Meskipun seluruh proses itu kadang-kadang memerlukan waktu tiga belas tahun. Selama itu menstruasi mungkin akan berhenti beberapa bulan kemudian akan kembali lagi. Menstruasi datang secara fluktuatif. Lamanya, intensitasnya, dan alirannya mungkin bertambah atau berkurang. Wanita yang mengalami menopause alamiah mungkin membutuhkan perawatan atau mungkin tidak membutuhkan perawatan apapun. Hal ini karena kesehatan mereka secara menyeluruh cukup baik. Selain itu proses menopause berjalan sangat lambat sehingga tubuhnya dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada saat menopause.
2.    Monopause Dini
Menurut dr. ali Baziad, Sp.O.G KFFR, staf pada Bagian Obstetri dan Ginekologi, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta “menopause dini adalah berhentinya haid di bawah usia 40 tahun”. Kalau wanita itu sudah berusia di atas 40 tahun, misalnya pada usia di atas 40 tahun, misalnya usia 42 dan 43, ia tidak dikategorikan sebagai wanita yang mengalami menopause dini. Demikian juga pada wanita usia produktif yang tidak lagi haid karena pengangkatan rahim, ia tidak dapat disebut sebagai penderita menopause dini. Ini disebabkan indung telurnya masih ada dan masih memproduksi sel-sel telur serta mengeluarkan hormon estrogen. Sementara itu, jika kedua indung telurnya di angkat, otomatis produksi hormon estrogen terhenti pula. Otomatis tidak akan mengalami haid lagi untuk seterusnya sehingga dapat disebut telah mengalami menopause dini.
Menopause ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, bisa karena indung telurnya diangkat, misalnya karena menderita kanker indung telur. Kedua, diduga karena gaya hidup, seperti merokok, kebiasaan minum minuman beralkohol, makanan yang tidak sehat, dan kurang berolah raga. Ketiga bisa karena pengaruh obat-obatan seperti obat pelangsing dan jamu-jamu yang tidak jelas zat kimianya. Pada umumnya, obat-obatan pelangsing memang mengandung zat kimia yang dapat menghambat produksi hormon.
Gejala menopause dini dengan menopause biasa tidak ada bedanya, walaupun setiap orang mengalami gejala dalam waktu yang sama. Tetapi dari segi perubahan fisik penderita menopause biasanya tampak lebih parah. Ini terlihat dari keluhan –keluhan yang mereka alami, yaitu osteoporosis dan penyakit jantung koroner yang datang lebih cepat. Oleh karena itu datangnya menopause dini perlu diwaspadai.

C.    TAHAP DAN GEJALA MENOPAUSE
Pada dasarnya menopause dibagi menjadi tiga tahap yaitu masa pramenopause, menopause dan pasca menopause.
1.    Pramenopause
Pramenopause yaitu masa transisi antara masa ketika wanita mulai merasakan gejala menopause (biasanya pada pertengahan atau akhir usia 40 tahun) dan pada masa siklus haid benar-benar terhenti (rata-rata 51 tahun). Pada masa pramenopause akan terjadi perubahan fisik yang berarti.
2.    Menopause
Masa menopause menandakan haid terakhir. Penentuan masa menopause hanya bisa dilakukan setelah seorang wanita tidak haid lagi selama 1 tahun penuh.
3.    Pascamenopause
Masa ini adalah masa setelah haid terakhir seorang wanita. Dengan kata lain, pascamenopause terjadi setelah masa menopause. Biasanya, keadaan fisik dan psikologisnya sudah dapat menyesuaikan dii dengan perubahan-perubahan hormonalnya.

Gejala-gejala dari menopause disebabkan oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron. Karena fungsi ovarium berkurang, maka ovarium menghasilkan lebih sedikit estrogen/progesteron dan tubuh memberikan reaksi. Beberapa wanita hanya mengalami sedikit gejala, sedangkan wanita yang lain mengalami berbagai gejala yang sifatnya ringan sampai berat. Hal ini adalah normal. Berkurangnya kadar estrogen secara bertahap menyebabkan tubuh secara perlahan menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon, tetapi pada beberapa wanita penurunan kadar estrogen ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan gejala-gejala yang hebat. Hal ini sering terjadi jika menopause disebabkan oleh pengangkatan ovarium.
Perubahan hormonal pada tubuh tersebut berakibat munculnya gejala-gejala seperti nyeri sendi & sakit pada punggung, pengeringan pada vagina (sehingga sakit saat melakukan hubungan seksual), sulit menahan kencing, gangguan mood & emosi tinggi sehingga menimbulkan stres, selain itu penurunan kadar estrogen juga mengakibatkan kecenderungan peningkatan tekanan darah, pertambahan berat badan & peningkatan kadar kolesterol. Pada jangka panjang keluhan akibat menurunnya kadar estrogen ini dapat menyebabkan osteoporosis, penyakit jantung koroner, dementia tipe Alzheimer, stroke, kanker usus besar, gigi rontok & katarak.
Bagi kebanyakan wanita keluhan-keluhan tersebut terutama yang bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan dampak negatif pada kualitas hidup & rasa percaya diri. Untuk itu perlu penanganan menopause yang tepat dalam menghadapinya. Saat ini pengobatan yang paling efektif untuk mengobati gejala menopause & sekaligus sebagai pencegahan terhadap osteoporosis adalah dengan terapi berbasis hormon estrogen yang bertujuan untuk menggantikan penurunan estrogen yang terjadi saat menopause. Dan untuk wanita menopause yang masih memiliki uterus (rahim) maka terapi tersebut dikombinasikan dengan progestogen.

D.    PENGOBATAN
Tidak semua wanita pasca menopause perlu menjalani Terapi Sulih Hormon (TSH). Setiap wanita sebaiknya mendiskusikan resiko dan keuntungan yang diperoleh dari TSH dengan dokter pribadinya.
Banyak ahli yang menganjurkan TSH dengan tujuan untuk :
1)    Mengurangi gejala menopause yang tidak diinginkan
2)    Membantu mengurangi kekeringan pada vagina
3)    Mencegah terjadinya osteoporosis.
Beberapa efek samping dari TSH :
o    Perdarahan vagina
o    Nyeri payudara
o    Mual
o    Muntah
o    Perut kembung
o    Kram rahim.
Untuk mengurangi resiko dari TSH dan tetap mendapatkan keuntungan dari TSH, para ahli menganjurkan:
1)    Menambahkan progesteron terhadap estrogen
2)    Menambahkan testosteron terhadap estrogen
3)    Menggunakan dosis estrogen yang paling rendah.
4)    Melakukan pemeriksaan secara teratur, termasuk pemeriksan panggul, dan Pap smear sehingga kelainan bisa ditemukan sedini mungkin.
Estrogen tersedia dalam bentuk alami dan sintetis (dibuat di laboratorium).
Estrogen sintetis ratusan kali lebih kuat dibandingkan estrogen alami sehingga tidak secara rutin diberikan kepada wanita menopause. Untuk mencegah hot flashes dan osteoporosis hanya diperlukan estrogen alami dalam dosis yang sangat rendah. Dosis tinggi cenderung menimbulkan masalah, diantaranya sakit kepala migren. Estrogen bisa diberikan dalam bentuk tablet atau tempelan kulit (estrogen transdermal).
Krim estrogen bisa dioleskan pada vagina untuk mencegah penipisan lapisan vagina (sehingga mengurangi resiko terjadinya infeksi saluran kemih dan beser) dan untuk mencegah timbulnya nyeri ketika melakukan hubungan seksual. Wanita pasca menopause yang mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki resiko menderita kanker endometrium. Resiko ini berhubungan dengan dosis dan lamanya pemakaian estrogen.
Jika terjadi perdarahan abnormal dari vagina, dilakukan biopsi lapisan rahim.
Mengkonsumsi progesteron bersamaan dengan estrogen dapat mengurangi resiko terjadinya kanker endometrium. Biasanya terapi sulih hormon estrogen tidak dilakukan pada wanita yang menderita :
o    Kanker payudara atau kanker endometrium stadium lanjut
o    Perdarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti
o    Penyakit hati akut
o    Penyakit pembekuan darah Porfiria intermiten akut.
Kepada wanita tersebut biasanya diberikan obat anti-cemas, progesteron atau klonidin untuk mengurangi hot flashes. Untuk mengurangi depersi, kecemasan, mudah tersinggung dan susah tidur bisa diberikan anti-depresi.

E.    POLA MAKAN SEHAT MENUJU MENOPAUSE
Menopause merupakan peristiwa alami dalam siklus kehidupan wanita. Untuk mencegah berbagai keluhan yang mungkin terjadi di masa menopause yang disebabkan oleh kekurangan hormon estrogen, pengaturan menu makanan yang tepat sedini mungkin adalah salah satu jawaban yang tepat untuk mengatasi kekurangan hormon estrogen pada tubuh. Hal ini merupakan alternatif alamiah, yaitu dengan mengkonsumsi ekstra estrogen yang banyak terkandung pada sejumlah bahan pangan.
Sebuah menopause diet adalah waktu yang baik untuk membatasi makanan yang tidak begitu bagus untuk seorang wanita menuju masa menopause karena ransel di kalori dapat lebih mudah selama fase kehidupan ini dan faktor risiko jenis penyakit tertentu bisa naik. Tidak mengkonsumsi lemak berlebih dan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol juga minuman berkafein, akan memelihara hati dan sistem kardiovaskular yang sehat dan membantu untuk mengurangi risiko kondisi seperti kanker dan diabetes.
Ganti pilihan dengan pilihan yang lebih sehat seperti air mineral dan teh hijau tanpa kafein. Sayuran dan buah-buahan segar selalu penting untuk disertakan dalam setiap diet. Seorang wanita harus menjauhi makanan berlemak dan manis serta yang mengandung kafein atau apa pun yang benar-benar tidak memiliki nilai gizi.
Ada senyawa alamiah dalam tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan yang struktur kimianya mirip dengan hormon estrogen dan disinyalir akan menghasilkan efek seperti kerja estrogen. Senyawa tersebut disebut fitoestrogen. Bahan pangan yang kaya akan fitoestrogen adalah jenis kacang-kacangan terutama kacang kedelai, serta dapat ditemukan pada hampir semua jenis serealm sayuran, pepaya, dan tanaman lain yang kaya akan kalsium. Bahan pangan kaya fitoestrogen yang cocok digunakan untuk minuman segar antara lain tahu sutera. Bahan yang terbuat dari kacang kedelai ini memiliki tekstur yang sangat lembut, seperti krim kental, dapat menjadi pengganti aneka produk dari daging sapi dan minyak hewani.- Susu Kedelai. Susu yang terbuat dari kacang kedelai ini kaya zat fitoetrogen, sangat fleksibel diolah menjadi dessert yang mengugah selera. Dianjurkan pula mengkomsumsikan bengkuang, agar-agar rumput laut.


F.    OLAHRAGA TERATUR MENJELANG MENOPAUSE
Berolahraga secara teratur banyak manfaatnya. Berolahraga memungkinkan untuk membakar lemak yang berlebih dengan lebih efisien. Dengan demikian, olahraga mambantu mengandalikan berat badan. Selain itu olahraga mempunyai manfaat sebagai berikut :
1.    Meningkatkan fungsi kekebalan tibuh, serta kemampuan tubuh untuk menjaga kadar gula darah.
2.    Menjaga kepadatan tulang.
3.    Menjaga massa otot.
4.    Membakar kalori lemak.
5.    Mengurangi stress
6.    Mengurangi gejala menopause misalnya meriang.
7.    Membantu menjaga fleksibilitas dan kelenturan sendi sejalan dengan bertambahnya usia.

BAB III
P E N U T U P

A.    KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menopause bukanlah suatu yang menakutkan. Kedatangannya tidaklah menakutkan asalkan kita bisa mensikapinya dengan bijaksana & apabila terjadi keluhan-keluhan, kunjungilah dokter untuk mendapatkan terapinya.

B.    SARAN
Menjadi tua dan keriput memang hal yang sering ditakuti oleh para wanita. Namun, hal ini bukan berarti wanita kehilangan identitas kewanitaannya. Justru seharusnya sadar bahwa wanita yang mengalami masa menopause memulai fase kehidupan baru sebagai wanita yang matang dalam berpikir. Namun, memang tidak dapat dipungkiri bahwa saat memasuki masa menopause akan terjadi perubahan fisik dan emosi. Oleh karena itu, masa menopause merupakan masa yang membutuhkan penyesuaian diri dan pengertian dari berbagai pihak, terutama keluarga.
Selain hal tersebut penting diingat bahwa gaya hidup kita semasa muda sangat mempengaruhi gejala menopause yang akan dirasakan kelak. Berikut beberapa tips supaya tetap sehat saat memasuki masa menopause nanti, yaitu :
1.    Tidak merokok (bila merokok cobalah untuk berhenti),
2.    Tidak minum alkohol,
3.    Sering berolah raga secara teratur,
4.    Makan makanan yang sehat (terutama yang bersumber dari kacang kedelai sebagai sumber fitoestrogen)
5.    Cukup terkena cahaya matahari.

R E F E R E N S I

Dr. Hj. Hardiko, Siti Rahayu. 2007. Menopause Tanpa Stress. Jakarta, Penerbit Sunda Kelapa Pustaka

Dokter P. Simatupang, Hotma. Menopause. http://medicastore.com

Copyright © 2010 konseling.net 2009. Menopause. http://konseling.net

Rahasia Awet Muda Dengan Mengonsumsi Buah

Seseorang  yang peduli pada kecantikan kulitnya tentu sudah tak asing lagi dengan antioksidan, zat yang ampuh mencegah penuaan dini. Bukan cuma menjaga kecantikan, antioksidan juga penting untuk menjauhkan kita dari berbagai penyakit. Dibandingkan mengonsumsi suplemen, lebih baik penuhi kebutuhan tubuh akan antioksidan lewat makanan segar sehari-hari. Salah satunya dengan mengonsumsi buah-buahan berikut ini.

1. Tomat
Si merah segar ini bisa membuat kulit terlindung dari kerusakan akibat sinar matahari yang menyebabkan penuaan dini. Tomat yang banyak dipakai untuk memasak ini, kaya akan zat antioksidan yang disebut likopen. Ia akan membuat kulit terlindung dengan cara menetralkan molekul yang merusak struktur kulit. Selain itu tomat juga memiliki kandungan anti radang untuk mengatasi kulit terbakar.

2. Pisang
Ini adalah masternya untuk mengatasi wajah atau mata bengkak. Pisang mengandung potasium yang akan membuat cairan dalam sel seimbang sehingga mencegah cairan terikat dan membuat kulit terlihat bengkak. Potasium juga menghindarkan kulit dari kekeringan dan noda kulit dengan cara menjaga keseimbangan kadar asam dalam tubuh.

3. Blueberry
Blueberry disebut-sebut sebagai buah pencegah penuaan yang paling baik. Buah berwarna biru keunguan ini kaya akan vitamin C dan antioksidan. Vitamin C juga penting untuk produksi kolagen sehingga kulit terlihat kenyal.

4. Mangga
Mumpung sedang musim, jangan lupa untuk mengonsumsi buah yang kaya akan vitamin A ini. Vitamin A kita butuhkan untuk mengatasi kerusakan sel. Ia juga berperan aktif dalam metabolisme sel, menjaga kelembaban, dan membuat kulit halus dan lembut. Salah satu ahli nutrisi, Dr George Wolf dari Massachusett Institute of Technology, mengatakan mangga bisa membantu kulit melawan infeksi dengan cara menguatkan dinding sel dan membuat mereka lebih kebal terhadap serangan mikroorganisme jahat.

5. Blackberries
Tidak banyak buah yang kaya akan vitamin E, dan salah satunya adalah blackberries. Vitamin E kita butuhkan untuk meningkatkan sirkulasi oksigen dalam sel kulit, sehingga sel-sel kulit meregenerasi lebih cepat.

6. Kiwi
Kaya akan vitamin C, yang juga terdapat dalam apel, jeruk, anggur, dan lemon. Vitamin C sangat penting untuk menjaga kapilar darah dalam tubuh. Vitamin ini juga dibutuhkan untuk membawa darah ke seluruh sel kulit.

7. Alpukat
Jus alpukat termasuk minuman favorit. Tak cuma lezat, alpukat tinggi akan kandungan vitamin B komplek yang bisa membuat kulit sehat. Vitamin B2 (riboflavin) bisa mencegah kulit kusam atau berminyak, sedangkan vitamin B6 (pyridoxine) penting untuk produksi kolagen dan elastisitas kulit.

8. Semangka
Kulit kita kehilangan sedikit kadar airnya setiap hari, itu sebabnya kita perlu menjaganya agar tidak dehidrasi. Sepotong semangka seberat 200 gram mengadung air yang setara dengan segelas air. Tak cuma akan menjaga kulit tetap lembab, tapi semangka juga mengandung karoten, vitamin C dan antioksidan

PENGARUH TINGKAT PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEMATIAN IBU MELAHIRKAN

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Salah satu faktor tingginya AKI di Indonesia adalah disebabkan karena relatif masih rendahnya cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan. Departemen Kesehatan menetapkan target 90 persen persalinan ditolong oleh tenaga medis pada tahun 2010. Perbandingan dengan hasil survei survey Badan Pusat Statistik pada tahun 2009, persentase persalinan menggunakan jasa tenaga kesehatan (dokter, bidan, dan tenaga medis) sebanyak 77 %, yang kurang lebih 22% sisanya masih menggunakan jasa non tenaga kesehatan, seperti dukun.

Salah satu penyebab kematian ibu secara tidak langsung adalah terlambat mengenali tanda bahaya karena tidak mengetahui kehamilannya dalam risiko yang cukup tinggi, terlambat mencapai fasilitas untuk persalinan, dan terlambat untuk mendapatkan pelayanan. Termasuk kurangnya akses ibu bersalin terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, yang disebabkan penyebaran tempat pelayanan kesehatan yang belum optimal. Kualitas dan efektivitas pelayanan kesehatan ibu belum memadai, sistem rujukan kesehatan maternal belum mantap, dan lemahnya manajemen kesehatan di berbagai tingkat.

Pentingnya sarana dan prasarana termasuk tenaga medis yang memadai dapat mengurangi tingkat kematian ibu hamil ketika melahirkan. Dengan memadainya sarana dan prasarana kesehatan, ibu hamil dapat mengakses fasilitas yang tersedia dansesuai dengan prosedur kesehatan yang semestinya sehingga resiko-resiko yang dapat menyebabkan kematian dapat dihindari.

Akan tetapi, jika dikaitkan dengan kenyataan yang tengah berlangsung maka dapat dinyatakan sebenarnya pertolongan persalinan yang diberikan oleh petugas kesehatan terlatih terutama bidan belum merata, banyak bidan-bidan yang pengetahuan akan kesehatan ibu hamil dan ibu bersalin masih kurang sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan tidak dapat berjalan total.  Tidak semua bidan dan petugas kesehatan lain dapat dikategorikan ahli dalam menjalankan perannya yang bersifat formal dan bertujuan sosial. Ketidaksediaan petugas KIA menetap tinggal di desa dan jarang berkunjung ke dusun-dusun dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Posyandu menjadi kendala dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi kebutuhan-kebutuhan ibu melahirkan (Suhari dan Ngalimun, 2000).

Kalaupun sudah terdapat jasa pelayanan kesehatan bagi ibu melahirkan, seperti bidan yang telah terlatih, jumlahnya tidak memadai dengan jumlah penduduk yang ada dan luas geografis yang cukup jauh. Sehingga tidak semua penduduk mendapatkan pelayanan kesehatan yang pada akhirnya mereka lebih suka berobat ke dukun beranak (pijat).

Masih tingginya angka persalinan oleh dukun disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu tentang bahaya akibat dari pertolongan persalinan yang tidak adekuat. Perilaku ini dipengaruhi oleh faktor pokok yaitu faktor perilaku maupun non perilaku, sedangkan perilaku kesehatan ditentukan oleh tiga faktor yaitu faktor predisposisi yang terwujud dalam pengetahuan sikap, keyakinan, nilai-nilai, faktor pendukung yang terwujud dalam lingkungan fisik, sarana/prasarana dan ketentuan-ketentuan. Perilaku ini menyangkut respon terhadap fasilitas pelayanan, petugas kesehatan dan obat-obatnya, yang terwujud dalam persepsi, pengetahuan, sikap, dan penggunaan fasilitas petugas kesehatan (Lider, 2007).

Meskipun pengetahuan ibu ikut berperan dalam kematian ibu melahirkan, tetapi pada kenyataannya banyak ibu yang telah memiliki pengetahuan yang cukup akan pelayanan kesehatan, tetapi nyatanya pemanfaatannya masih kurang. Oleh karena itu, perlu dilakukannya sosialisasi kesehatan lebih lanjut kepada masyarakat.Selain kurang memadainya jasa pelayanan kesehatan bagi  ibu bersalin, sulitnya transportasi dan alat komunikasi, seperti saluran telepon, dan lokasi mukim yang berjauhan dengan tempat tersedianya pelayanan kesehatan, menjadi penyebab seringnya keterlambatan antisipasi pertolongan pertama oleh tenaga medis.

Terlebih dari itu, kesulitan perlengkapan persalinan dan sarana untuk analisis laboratorium yang tersedia sangat terbatas untuk melayani para wanita yang mengalami gangguan kesehatan reproduksi terutama pada masa kehamilan dan melahirkan. Oleh karenanya sedikit banyak ada kasus-kasus yang tidak dapat dilayani oleh petugas kesehatan setempat jika membutuhkan tenaga yang lebih ahli (spesialis kandungan dan kebidanan) atau perlengkapan medis lainnya. Biasanya tindakan yang mereka berikan adalah dengan membuat rujukan untuk dapat dirawat lebih ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi pasien (Suhari dan  Ngalimun, 2000).

Ketersediaan informasi, baik penyuluhan maupun konseling juga penting diberikan agar ibu-ibu mengetahui bahaya yang dapat terjadi dalam kehamilan, persalinan, dan masa nifas, serta upaya menghindari masalah itu.

Beberapa kebijakan pemerintah yang dibuat antara lain :

  1. Penempatan bidan di desa dan dikembangkannya sistem Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS – KIA).
  2. Upaya Safe Motherhood, yaitu pelayanan Keluarga Berencana, pelayanan antenatal, persalinan yang bersih dan aman, dan pelayanan obstetri esensial.
  3. Gerakan Nasional Kehamilan yang Aman (Making Pregnancy Safer).
  4. Meluncurkan Jaminan Persalinan (Jampersal). Tujuannya untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, dan pelayanan nifas ibu oleh tenaga kesehatan; meningkatkan cakupan pelayanan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan; meningkatkan cakupan pelayanan KB pasca persalinan; meningkatkan cakupan penanganan komplikasi ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir; serta terselenggaranya pengelolaan keuangan yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel. ditujukan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas (pasca melahirkan sampai 42 hari) dan bayi baru lahir (0-28 hari) yang belum memiliki jaminan biaya kesehatan.
  5. Program Kemitraan Bidan Dukun. Suatu bentuk kerjasama bidan dan dukun yang saling menguntungkan dengan prinsip keterbukaan, kesetaraan dan kepercayaan dalam upaya untuk menyelamatkan ibu dan bayi, dengan menempatkan bidan sebagai penolong persalinan dan mengalihfungsikan dukun dari penolong persalinan menjadi mitra dalam merawat ibu dan bayi pada masa nifas, dengan berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat antara bidan dan dukun serta melibatkan seluruh unsur/elemen masyarakat yang ada.
  6. Meluncurkan layanan gratis untuk ibu hamil
Daftar Pustaka

BPS. 2009. Indikator kesehatan 1995 – 2009. http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=30&notab=33 diakses tanggal 15 April 2011.

Depkes RI. 2010. Kemitraan Bidan Dukun. http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=56:kemitraan-bidan-dukun&catid=3:kemitraan-bidan-dukun&Itemid=68 diakses tanggal 12 April 2011.

Kemenkes Luncurkan Layanan Gratis untuk Ibu Hamil

http://www.trijayafmplg.net/berita/2011/03/kemenkes-luncurkan-layanan-gratis-untuk-ibu-hamil/

Suhari M. Yahya and H. Ngalimun. 2000 . STUDI TENTANG PROFESIONALISME SISTEM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DAN INOVATIF DALAM RANGKA MENCEGAH TINGKAT KEMATIAN IBU PADA FASE HAMIL DAN BERSALIN. Purwokerto.

Umar, lider. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PELAYANAN KESEHATAN DENGAN PEMANFAATANNYA DALAM BERSALIN DI DESA TERBANGGI ILIR KECAMATAN BANDAR MATARAM LAMPUNG TENGAH TAHUN 2007. Jurnal Kesehatan “Metro Sai Wawai” Volume II Edisi Juni 2009.

MANFAAT BUAH APEL UNTUK KESEHATAN

Buah apel adalah salah satu dari beragam jenis buah yang popular dan cukup mudah ditemui di Indonesia. Kita bisa mendapatkannya di pasar, super market, atau di kebun apel, Tahukah anda ? berdasarkan penelitian, dalam satu buah apel saja diyakini memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh. Apel banyak memiliki kandungan vitamin, mineral serta unsur lain seperti fitokimian, serat, tanin, baron, asam tartar, dan lainnya. Zat inilah yang sangat dipelukan bagi tubuh kita untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit. Sehingga apel ini sangat bermanfaat untuk kesehatan.
gambar apel hijaugambar apel merah
berikut adalahbeberapa manfaat buah apel :
1. Mencegah Asma
Studi terkini menunjukkan bahwa seorang anak yang mengkonsumsi jus apel setiap hari secara rutin memiliki resiko sangat rendah terkena gangguan pernafasan dibandingkan anak yang hanya mengkonsumsi jus apel sebulan sekali. Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan anak yang dilahirkan dari seorang ibu yang gemar mengkonsumsi apel setiap harinya memiliki resiko yang rendah terkena asma, dibandingkan ibu hamil yang tidak mengkonsumsi jus apel.

2. Mencegah Al-zheimer.
Studi yang dilakukan oleh Universitas Cornell menemukan bahwa kandungan quercetin pada apel akan melindungi otak dari radikal bebas yang membahayakan dan memicu penyakit Al-zheimer.

3. Mengurangi berat badan
Studi di Brazil menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi buah apel atau pir setidaknya 3 sehari selama diat akan lebih cepat menurunkan berat badan, dibandingkan mereka yang tidak memasukkan buah-buahan dalam menu diet.
Dala program diet ,apel sangat membantu menunjang keberhasilan program yang dijalankan.Sehingga sangat dianurkan mengkonsumsi buah apel saat melakukan program diet. Hal ini disebabkan karena manfaat buah apel yang mengandung serat yang tinggi sehingga mencegah lapar datang lebih cepat.

4. Mencegah Kanken Payudara
Studi yang dilakukan oleh Cornell University melakukan percobaan pada tikus, dan tikus yang makan apel sehari dalam memiliki resiko terkena kanker payudara 17% lebih rendah. Sedangkan tikus yang mengkonsumsi apel 3 kali dalam sehari, memiliki resiko lebih rendah terkena kanker payudara 39%. Meskipun percobaan ini diuji cobakan pada tikus, namun hal ini juga berdampak sama pada manusia.

5. Mencegah Kanker Usus
Dari sebuah studi yang dilakukan pada tikus, tikus yang diberi makan ekstrak kulit apel memiliki resiko 43% lebih rendah terkena kanker saluran pencernaan. Berdasarkan penelitian kandungan pectin pada apel-lah yang menekan resiko kanker pencernaan, dan membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

6. Melindungi Tulang
Penelitian di Perancis menemukan bahwa flavonoid yang disebut phloridzin yang terkandung pada apel bermanfaat untuk melindungi wanita pasca-monopause dari masalah osteoporosis, dan meningkatkan massa tulang. Boron, kandungan lain dari apel yang juga berfungsi untuk memperkuat tulang.
Hal ini karena apel mengandung banyak mineral .Mineral yang terkandung dalam buah apel antara lain kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan zinc.

7. Mencegah Kanker Paru-Paru
Berdasarkan studi yang dilakukan pada 10,000 orang, mereka yang mengkonsumsi apel dengan kuantitas paling banyak memiliki resiko 50% lebih rendah terserang kanker paru-paru. Para peneliti mempercayai adanya kandungan flavonoid, quercetin, dannaringin inilah yang berperan dalam mencegah kanker paru-paru.

8. Mencegah Kanker Hati
Dari sebuah studi yang dilakukan pada tikus, tikus yang diberi makan ekstrak kulit apel memiliki resiko 43% lebih rendah terkena kanker saluran pencernaan. Berdasarkan penelitian kandungan pectin pada apel-lah yang menekan resiko kanker pencernaan, dan membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

9. Menurunkan Kadar Kolestrol
Dalam hal ini apel berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang disebut LDL. Seseorang yang mengkonsumsi buah apel setidaknya 2 kali dalam sehari akan menurunkan kadar kolesterol jahat mereka sebanyak 16%.
Hal ini diakibatkan karen buah apel mengandung serat yang berguna mengikat lemak dan kolesterol jahat dalam tubuh untuk selanjutnya dibuang.

10. Mengontrol Diabetes
Kandungan pectin pada apel mensuplai galacturonic acid yang akan menurunkan kebutuhan tubuh untuk melepaskan hormon insulin –salah satu hormon penyebab diabetes. Hal ini karena produksi insulin yang tinggi memicu diabetes, oleh karena itu apel juga bermanfaat untuk mengontrol seseorang yang terserang atau memiliki bakat –faktor genetik terserang diabetes.

11. Membersihkan dan Menyegarkan Mulut
Apel juga bisa digunakan sebagai media untuk membersihkan dan menyegarkan mulut. Hal ini karena memiliki kandungan tanin. Dimana Tanin ini adalah zat yang berfungsi membersihkan dan menyegarkan mulut,sehingga dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Demikianlah artikel dari saya mengenai beberapa manfaaat buah apel untuk kesehatan. Jadi ,mulai sekarang biasakanlah untuk mengkonsumsi buah apel,minimal 1 buah dalam sehari. Sehingga kita dapat merasakan manfaat buah apel yang luar biasa, Semoga bermanfaat dan nantikan tips kesehatan berikutnya.

PATCH ADAM’S

A. PENDAHULUAN
Berdasarkan kisah nyata, film ini menceritakan seorang mahasiswa kedokteran yang bernama Hunter Adams, yang sebenarnya nama panjangnya adalah Hunter Doherty Adams. Beliau lahir di Washington pada 28 Mei 1945. Hunter lebih suka dipanggil Patch, makanya dia lebih sering dikenal dengan panggilan “Patch Adams”. Dalam film ini Robbin Williams lah yang berperan sebagai Patch Adams, walaupun wajah sebenarnya tidak  mirip dengan patch adams yang asli.
Patch Adams sangat percaya dengan kekuatan cinta, pasien-pasien akan merasa lebih baik dalam proses penyembuhannya dan akan mengonsumsi obat dengan jumlah yang lebih sedikit. Ia ingin pasien-pasien merasa lebih baik dengan kebahagiaan mental, bukan hanya melalui obat-obatan. Prinspipnya dokter juga bertugas untuk meningkatkan mutu kesehatan, bukan hanya untuk menunda kematian atau sekedar bekerja dengan gaji yang tinggi. Hunter benar-benar ingin menjadi dokter pada saat ia belajar.
B. PEMBAHASAN
Ketika berada dalam perawatan di rumah sakit, Hunter mulai menemukan jalan hidupnya. Di sana ia menikmati bisa menolong pasien lain lantaran melihat dokter dan staf bersikap kaku pada para pasien. Ia menolong para pasien dengan humor dan tawa. Sejak itu Hunter kemudian lebih dikenal dengan julukan Patch yang bertekad menjadi dokter agar bisa membantu banyak orang. Patch Adam banyak mengaplikasikan teori – teori dari komunikasi itu sendiri. Frame of reference, beliau membuat orang disekitarnya memiliki cara pandang yang sama dengan-nya. Seperti pada adegan, Patch Adam’s yang membantu Rudy untuk buang air kecil. Patch juga menggunakan komunikasi non verbal, dengan gerakan – gerakan tubuhnya dan ekspresi wajahnya yang lucu membuat orang disekitarnya merasa terhibur. Seperti pada adengan, Patch saat berada di rumah sakit dengan anak – anak yang salah satunya bernama Cameron.
Patch Adam termasuk dalam komunikator yang baik, karena beliau dalam memberikan pesan atau informasi telah menggunakan metode 7C yaitu Credibility, Patch memiliki ihtikad yang baik untuk menolong sesama, keahliannya dalam mengubah cara pandang orang lain menjadi sama dengan nya, kepribadian nya yang unik dan karakternya yang jujur membuat beliau disegani oleh banyak orang. Context, dalam memberikan pesan nya kepada orang lain Patch sudah menyesuaikan nya dengan kenyataan masyarakat. Content, penggunaan kata yang dipakai sesuai dengan target atau pasien yang dirawatnya. Capability, Patch memberikan motivasi dan solusi kepada pasien dan orang disekitarnya agar tetap semangat dalam menghadapi hidup ke depan nya dengan lebih baik.
Setelah lulus kedokteran, Patch kemudian mendirikan klinik sendiri yang bernama Gesundheit Clinic agar lebih leluasa menggunakan metodenya dan juga ingin membantu banyak pasien miskin yang tidak terjangkau sistem kesehatan Amerika yang mahal dan elitis. Namun lantaran Patch berpraktek tanpa izin praktek, ia lalu diajukan ke dewan kehormatan kedokteran, Medical Review Board.

C. PENUTUP
Film ini sangat bagus dan menarik serta sesuai dengan materi yang disampaikan, serta banyak sekali pengaplikasian dari teori – teori komunikasi yang layak untuk kita terapkan dikehidupan sehari – hari kita saat melakukan pemberian pesan atau informasi kepada orang lain.